Showing posts with label SUDUT 32. Show all posts
Showing posts with label SUDUT 32. Show all posts

Anti Virus April Edition

Tuesday, April 7, 2009 · 33 comments

BUlan April ngos-ngosan mendapatkan jatah pengaturan lalulintas waktu untuk tahun ini. Dan ku pikir tugasnya semakin berat, karena aku yakin malam sebelum tanggal kramat itu langit sudah dipenuhi tebaran-tebaran doa dan jampi-jampi dari para penanam modal suara.

Entah mengapa juga tiba-tiba banyak orang yang mendadak beriman. Mendadak mainan smsan yang mengirimkan kata-kata wejangan karena mungkin konvoi montor mulai dirasakan tidak segreget tahun-tahun dimana selain kenalpot yang ditempelen toa masjid juga semaraknya sangkur-sangkur yang kemilau yang terselip dibetis terbalut celana jin mengiringi 3 partij ketika berkonvoi. Dan juga banyak orang-orang bermodal mendadak ngajak rembugan tetangganya yang 3 kali lebaran tidak saling sapa. Tumben day.

Dan mungkin juga rembugan tentang nasib negara tidak lagi dengan kepentingan terkait. MelainkanRakyat yang notabene kelak, menjadi peran utama dan korban dampingan. Dari pebisnis suara itu hanya disumpal amplop 20ribuan dan bensin eceran gratis 1 liter hanya untuk mendengarkan ocehan janji-janji manuver politik dengan hajatan ngontrak politik.

Rakyat seharusnya diajak bicara bagaimana membangun bersama. BUkan dibicarakan bagaimana bisa memilih untuk satu orang saja. Sangat edun sekali jika cita-cita bangsa diselesaikan didepan menyan dan jampi-jampi serta ruatan bahkan larung kesialan. Apakah harus?

April dengan kestresan cuaca yang mau-mau tidak harus kita amini, karena sebagian ke-bete-annya kita pula lah yang ikut menggagahinya. Harus bersiap-siap untuk hajatan menyambut peringatan perjuangan kaum perempuaan di Indonesia. Semoga dengan pidato demokratisasi ikan asin, sebagai pidato sambutan . Dengan susunan acara grambyangan dan ditutup dengan remahan-remahan sampah perpolitikan negeri ini. Ada secercah bahkan mungki seonggok harapan untuk menambah semangat membangun negeri yang lucu ini.

Dan Semoga juga persoalan tolak ternak banteng yang digelar dimimbar bebas dunianya Muna Maya ini tidak berdampak pada banteng yang tiba-tiba ngamuk liat warna bagian atas bendera negerinya sendiri yaitu merah.

Situ Gintung Award

Saturday, March 28, 2009 · 23 comments

Lagu Ebiet G. Ade, kali ini mengalun kembali dengan paparan klip yang tidak kita sangka. Menjelang lepas hari Jumat, warta di tipi dan media online dijejali dengan berita yang harus kita telan bersama.

Jumat dini hari sekitar 58 korban meninggal dan ratusan lain luka-luka tatas oleh air bah dadakan yang meluncur dari situ Gintung Tangerang Banten. Beberapa rumah roboh, aset dan properti rusak, 25 kk ditampung sementara dibeberapa tempat. Dan masih beberapa yang belum ditemukan. Kesaksian menyebutkan, air itu datang secara tiba-tiba ketika mereka terlelap tidur.

Dari sumber beberapa media tipi, Situ Gintung dengan luas 21 hektar, dibangun oleh pemerintah Belanda diseputaran taun 1933. fungsi dari situ ini adalah untuk menampung air hujan atau danau tadah hujan. Dari kesaksian beberapa orang tahun 2008 pernah terjadi kebocoran dan ditangani oleh warga dengan menambalnya dengan material seadaanya.

Namun karena adanya keropos didalam maka tidak mampu lagi menampung debit air yang begitu besar. Puncaknya adalah Jumat dini hari. Situ Gintung jebol sepanjang 72 m dengan daya arus 1 km dari titik jebol. Menerjang semua yang ada didepannya.

Pemukiman warga yang seharusnya tidak dibangun dikawasan tersebut, menjadi sasaran amuk air bah situ Gintung. Perumahan elit dikawasan cirendeu pun tidak luput dari amukan situ Gintung. Aset dan properti warga terlibas.

Dan setelah kejadian itu merenggut nyawa. Raja kecil di Banten melempar ini persoalan pusat. Raja kecil di Jakarta bilang "Itu bukan wilayah ai!" Modyar cocote!!!

***

RAN mengalunkan tembang bertempo setengah regge. Yang hadir memasang muka beragam. Cemas, pasti. Deg-degan jelas. Gembira ceria senang, tentu saja. Apalagi dipandu oleh Olga dan Rafi duo banci tampil yang mampu membius para hadirin di acara perhelatan panasonic award.

Mengumbar keceriaan mengajak semua orang ditimbun gemerlap keartisan mereka. Semua tersenyum bahagia dengan adu gincu dan penyangga dada, kalangan artis. Semua senang semua bahagia. Modyarrr cocote!!!

Korban berjatuhan sanak famili belum ditemukan.

HIDUPLAH INDONESIA RAYA!!!!

LUPA!

Monday, March 9, 2009 · 9 comments

yang bicara, yang menelan kata.
yang menerka, yang dicaci fakta.
yang trpasung, yang dipelor sangka.
yang diam, yang dirajam janji.

teruntuk manusia berkaidah manisnya sejuta senyum-senyum bidadari, moksa kata mungkin hakikat terakhir dalam pelukkanmu.

 

Copyright © 2011 Mixx Blogger Template - Blogger Templates by www.bloggerreflex.com

Sponsored by: trucks.reviewitonline.net | suv.reviewitonline.net | www.ticketmasternetwork.com